Rabu, 03 Juni 2015

Kisah Cinta 4 Musim Dari Salah Satu Penulis Terbaik Indonesia, Ilana Tan


Tau Ilana Tan? Buat penggemar novel-novel romantis pasti tau dia. Ilana Tan adalah penulis novel-novel romantis yang penuh cinta.  Gue jatuh cinta setengah mati sama karya-karya nya. Dan karya Ilana Tan yang paling terkenal pastinya 4 novel nya yang mengusung tema kisah cinta pada musim-musim yang berbeda di kota besar 4 negara yaitu Seoul (Korea Selatan), Paris (Prancis), Tokyo (Jepang), dan London (Inggris). Bisa kebayang kan dari latar tempat nya aja, udah keren.

Tiap novel nya memiliki tema yang berbeda. Tema yang bisa membuat kita semakin jatuh cinta kepada Ilana Tan dan juga tokoh laki-laki nya. Hahaha. Ya, itu termasuk salah satu alasan kenapa gue jatuh cinta sama novel genre romantis. Karena di setiap novel, sosok tokoh utama laki-lakinya pasti adalah laki-laki yang jadi idaman para wanita. Kalau di novel A, laki-laki nya digambarkan tidak bertampang bagus atau jelek, tapi pasti ada hal lebih yang akan buat kita sebagai pembaca jatuh cinta, misalnya ternyata laki-laki ini perhatian pake banget, rela melakukan hal apapun demi wanitanya, atau gak mudah menyerah saat ditolak berkali-kali. Terus di novel B, tokoh utama laki-laki nya punya tampang yang bikin sesak napas, alias tampan abisss, tapi sikap nya nol besar, ya playboy, dingin, jahat, nyebelin sampe buat tokoh utamanya nangis darah, pokoknya hal-hal yang bikin para pembaca geregetan abis sampe rasanya mau jambak-jambak rambut si tokoh utama laki-laki ini, tapi ya tetap aja kalau sosok si tokoh utama nya tersampaikan dengan baik di dalam novel oleh si penulis pasti akan buat kami para pembaca jatuh cinta bahkan lebih dari rasa cinta si tokoh utama wanita.

Novel genre romantis ini bisa buat kita berkhayal tentang sosok laki-laki yang mungkin gak akan kita temui. Kan mustahil gitu kalau orang biasa baru lulus kuliah kaya Anastasia Steele, eh bisa dapet orang kaya banget banget banget yang punya pesawat pribadi, kaya Christian Grey. Tapi kami pembaca novel romantis bisa mewujudkannya ya meskipun hanya dalam pikiran. Satu lagi, gue pernah baca di situs apalah entah pas lagi iseng browsing, kalau membaca novel romantis ini menyehatkan, untuk menghilangkan stress. Rasa semangat dan rasa penasaran untuk membaca chapter-chapter selanjutnya bisa menghilangkan stress. Dan dalam membaca novel juga, kita cenderung mengikuti emosi si tokoh, ketika mereka senang, sedih, terpuruk, bahagia, dan itu menyebabkan kita sering tersenyum-senyum sendiri, kesal tiba-tiba, frustasi karena si tokoh utama gak cepat-cepat baikan, nah ini euforia membaca novel romantis. Pembaca novel romantis seakan punya dunia nya sendiri, dunia nya adalah novel yang dia baca.

Aisssh kebanyakan ya? Wkwk. Lanjut masalah novel Ilana Tan.

Kalau kalian pikir 4 novel ini adalah novel bersambung, seperti Harry Potter atau Twilight, kalian salah. Sama sekali gak ada hubungan antara novel pertama sampai novel terakhir, kecuali hubungan antara tokohnya. Sandy di Summer In Seoul sepupuan sama Tara Dupont di Autumn In Paris. Tatsuya Fujisawa di Autumn In Paris bertetangga dengan Keiko Ishida di Winter In Tokyo. Keiko Ishida di Winter In Tokyo bersaudara kembar dengan Naomi Ishida di Spring In London. Danny Jo di Spring In London bersahabat dengan Jung Tae Woo di Summer In Seoul. Kita mulai...

1.       Summer In Seoul




Ini novel pertama Ilana Tan dari ketiga novel lainnya. Tapi jujur, ini novel terakhir yang gue baca. Kenapa? Karena temen-temen gue gak ada yang punya novel ini. Dan niat mau beli, tapi cari di dua toko buku gak ketemu-ketemu. Mungkin karena novel ini, novel paling pertama di terbitin jadi stok udah abis. Tapi gue beruntung, soalnya nemu novel ini di blog orang dalam bentuk e-book. Jadi awal mula nya nih handphone si Jung Tae Woo dan Sandy alias Han Soon-Hee tertukar. Lalu, Jung Tae Woo ini meminta Sandy untuk berfoto dengan nya sebagai kekasih. Sandy menyetujui nya tapi dengan syarat wajahnya tidak boleh terlihat. Awalnya Jung Tae Woo gak curiga kenapa Sandy langsung menerima tawarannya. Dan Sandy cuma bisa berharap, ia tak akan menyesali keputusannya terlibat dengan Jung Tae Woo. Hari-hari musim panas sebagai kekasih palsu Jung Tae Woo dimulai. Makin sering mereka bersama, benih-benih cinta muncul, dan semakin besar. Tapi, masalah masih menunggu karena kisah empat tahun lalu yang secara gak langsung melibatkan mereka berdua. Novel ini simple banget. Gak banyak konflik. Tapi tetep romantis. Pokoknya baca novel ini, gak perlu mikir deh. Cerita nya sederhana banget, tapi tetep bikin pembaca meleleh. Ada beberapa bagian dari novel ini yang romantis dan jadi favorit gue. Salah satu nya ketika Jung Tae Woo menyusul Sandy ke Indonesia setelah Sandy kecelakaan. Kalimat yang diucapkannya di rumah sakit.

----- Tae Woo menarik kursi dan duduk di sisi tempat tidur. Ia tersenyum lemah. "Ini aku," bisiknya pelan. Gadis itu tetap diam tidak bergerak. Tae Woo menjulurkan tangan dan menyentuh tangan Sandy, "Sudah lama tidak melihatmu. Kau tahu, aku hampir melupakan wajahmu. Kalau aku sampai lupa bagaimana wajahmu, aku tidak akan bisa melakukan apapun lagi. Kau tahu kenapa? Karena aku akan terlalu sibuk berusaha mengingat wajahmu sampai-sampai tidak mampu memikirkan masalah lain. Gawat, kan?"

Ia membelai pipi Sandy dengan ujung jemarinya, "Sekarang setelah melihatmu, aku baru ingat. Ah benar... matamu seperti ini... hidungmu seperti ini... mulutmu... dahimu... dan rambutmu."

Ia menggenggam tangan gadis itu dengan lembut. "Kenapa aku bisa lupa wajahmu?" Tae Woo mendesah. "Imgatanku memang buruk, aku tahu. Menurutmu aku harus bagaimana? Menurutku, aku harus melihatmu setiap hari supaya tidak lupa. Itu artinya kau harus selalu disisiku, bersamaku. Bagaimana?" -----

2.       Autumn In Paris



Ini novel Ilana Tan kedua yang gue baca. Aduuuh, novel ini bikin nangis darah di ending. Berbeda dengan ketiga novel lainnya yang berakhir bahagia alias happily ever after, novel ini justru sad ending. Yang bikin pembaca nyesek abis, air mata gak berhenti-berhenti bahkan setelah novel ini ditutup, besar banget perasaan buat maki-maki Ilana Tan karena buat Tara Dupont dan Tatsuya Fujisawa disini menderita. Menderita nya gak tanggung-tanggung lagi.

Mereka jatuh cinta, begitu cinta mereka makin dalam kenyataan buruk datang ternyata mereka saudara satu ayah, dan mereka berpisah, menyerah dan putus asa untuk cinta mereka karena mereka sadar dari awal cinta mereka memang salah, Tatsuya pergi ke Jepang meninggalkan Tara dan kenangan mereka di Paris, lalu mereka menata hati masing-masing yang hancur lebur sehingga ketika mereka bertemu kembali perasaan mereka bisa berubah menjadi kakak dan adik.

Tapi, kenyataan buruk lagi-lagi datang, takdir memutuskan mereka harus benar-benar berpisah, bahkan mereka tidak diizinkan bertemu lagi sebagai kakak dan adik, karena mereka bukan hanya berbeda negara, tapi mereka sudah berbeda dunia.

Siap-siap aja untuk tersenyum membaca kisah cinta Tara dan Tatsuya di awal novel hingga pertengahan novel. Dan jangan lupa menyiapkan tissue dan mental untuk baca bagian akhir novel.

3.       Winter In Tokyo




Ini novel Ilana Tan pertama yang gue baca. Dan gue langsung jatuh cinta. Gak cuma sama tokoh utama laki-lakinya, Nishimura Kazuto, tapi juga sama tokoh utama perempuannya, Ishida Keiko. Cerita nya cenderung jauh lebih ringan dari pada Autumn In Paris, dan gak banyak konflik. Walaupun gak banyak konflik di novel ini, tapi novel ini yang paling romantis, paling bikin penasaran, dan paling gak terduga ending nya. Mungkin ini karena cerita yang ringan, sehingga pembaca pun selalu senang membaca tiap chapter nya. Gak banyak konflik, jadi pembaca diajak untuk santai. Dan gabungan antara sosok Keiko dan Kazuto yang pas dan menarik hati pembaca. Kalau kalian tanya ke gue, novel mana diantara keempat novel ini yang paling gue suka dan bikin gue jatuh cinta, jawabannya Winter In Tokyo. Dan kalau kalian tanya lagi, pasangan mana yang paling gue suka diantara empat pasangan di keempat novel ini, jawabannya Nishimura Kazuto dan Ishida Keiko. Dan kalau kalian tanya gue lagi, gue paling mau jadi tokoh siapa diantara keempat novel ini, jawabannya Ishida Keiko. Jadi... bisa diliat kan betapa gue jatuh cinta sama Winter In Tokyo. Ini adalah novel yang ngenalin gue sama karya-karya Ilana Tan lainnya. Kalau gue gak jatuh cinta sama novel ini, gue pasti gak akan pernah baca ketiga novel yang lain.

4.       Spring In London



Jujur aja, sekarang ini gue udah lupa gimana jalan cerita novel ini. Padahal gue baca novel ini sampe abis loh. Tapi gak berbekas kaya gue baca Autumn In Paris dan Winter In Tokyo. Karena gue kecewa kali ya sama novel ke empat ini. Kenapa gue kecewa? Karena gue berharap lebih dari novel keempat ini. Gue berharap novel ini romantis nya lebih dari ketiga novel sebelumnya. Padahal latar tempat nya udah London ya, seharusnya novel ini bisa jadi yang paling the best berhubung Spring In London adalah novel penutup. Tapi ya, secara keseluruhan novel ini bagus kok dan wajib untuk dibaca. Cuma kenapa gue bilang kecewa? Ya karena gue berharap lebih dari novel penutup ini. Tapi ternyata, gak sesuai yang gue harapin. Novel ini happy ending sama dengan Summer In Seoul dan Winter In Tokyo.

Cerita di mulai oleh rasa penasaran Danny Jo kenapa Naomi Ishida tidak menyukai nya. Naomi menjauhi Danny seperti wabah penyakit. Padahal Danny merasa tidak melakukan kesalahan apapun. Bagaimanapun juga Danny bukan orang yang gampang menyerah. Ia akan mencoba mendekati Naomi untuk mencari tahu alasan gadis itu memusuhinya. Tetapi ada dua hal yang tidak diperhitungkan Danny. Yang pertama adalah kemungkinan ia akan jatuh cinta pada Naomi Ishida yang dingin, misterius, dan penuh rahasia itu. Dan yang kedua adalah kemungkinan ia akan menguak rahasia gelap yang bisa menghancurkan mereka berdua dan orang-orang yang mereka sayangi.

Tapi ada satu hal yang bikin novel ini gak terduga. Ketika awalnya gue kira Naomi trauma sama laki-laki atau ternyata Danny pernah berbuat kesalahan yang dia gak inget atau apa pun itu lah. Ternyata alasan Naomi bukan itu, dan alasannya nyesek banget. Nyeseknya bukan dialami sama Naomi aja. Tapi justu kalo hal ini diketahui Danny, dia yang akan jadi orang paling menderita.

Ilana Tan masih tetap sama, penulisan dan gaya bahasa novel ini masih cantik dan mengundang decak kagum. Tapi novel ini punya alur yang agak bertele-tele. Walaupun begitu, ini tetap masuk ke daftar novel favorit gue. Karena emang gue suka sama karya-karyanya Ilana Tan.

Oke, cukup sekian postingan kali ini. Silahkan beli 4 novel ini di toko buku. Lalu dibaca dengan baik dan penuh penghayatan. Dipastikan kalian akan jatuh cinta. Bye. Sampai jumpa dipostingan selanjutnya. Love, Kiki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar